Seorang rekan memberitahukan suatu tempat yang cukup mempesona, namanya pantai wartawan. Selanjutnya, hari Sabtu tanggal 3 Juli 2010, saya sekeluarga meluncur mencarinya. "Emang udah tahu tempatnya ?" kata istri saya. "Belum...", jawab saya.
Dan sesuai petunjuk lisan rekan saya, kami nekat berangkat. dari Bandar Lampung menuju Kalianda, cuaca agak mendung. Kira-kira satu jam perjalanan samapilah ke Kota Kalianda. Setelah itu menyusuri jalan menuju desa Rajabasa dikaki gunung Rajabasa. Tepatnya didesa Way Muli, dibalik Gunung Botak, kami temukan tempatnya. Fitur pantainya bagus, banyak karang. Hanya pasir warnanya hitam.
Yang unik, dibalik gunung Botak, disela-sela batu karang ada sumber air panasnya !! disini kita harus hati-hati, salah nginjak air ternyata air panas. Saya sempat menginjaknya, uedaaaan.... panasnya...!! kata bu Raminah penduduk setempat, itu air bisa untuk merebus telur cukup 5 menit matang. Jadi diperkirakan panasnya antara 80_100 derajat Celcius.
Jika pasang surut, tampak sekali pancaran air panasnya, sehingga kita bisa menghindarinya. Namun jika pasang naik, sumber air panas tidak kelihatan dan menjadi jebakan bagi yang tidak tahu, karena disitu tidak ada tanda-tanda peringatan akan adanya sumber air tersebut.
Pantainya bagus, airnya hijau kebiruan berarti agak dalam. Bagi yang akan mandi disitu harus berhati-hati, mengingat adanya sumber air panas tersebut.
Untuk mencapai lokasi panatai ini trek yang dapat dilalui yaitu :
Bandar Lampung - Kalianda (60 km)
Kalianda - Way Muli (15 km)
Untuk transportasi, bisa menggunakan umum sampai kalianda dilanjutkan dengan ojek. Untuk nilai keunikan 80 lah... he he he










