Pucuk dicinta ulam tiba memang. Sedari masih tugas di Palembang punya hasrat menjajah ke Bangka tapi belum pernah kesampaian. Baru setelah pindah Bengkulu, tanggal 14 Nopember 2008 dapat tugas ke Bangka, kesempatan yang gak akan ditolak. Dulu waktu masih di Palembang yang sempat waktu itu cuma sampai kebagan bagan nelayan di selat Bangka, mancing dibagan.
Konon kata orang di Bangka pantainya indah-indah, surga buat pelancong pantai, surga buat para pemancing, kerennya the anglerman! coz di daerah situ banyak karang-karang tempat populasi berbagai jenis ikan karang seperti kerapu, kakap merah, kakap hitam, bawal dan ikan pelagis lainnya.
Tempat pertemuan sudah ditentukan yaitu di Tanjung Pesona, perjalanan dari Pangkal Pinang sekitar satu jam naik taksi. Supir taksinya bernama Joko asli Madiun, sehingga wajar dia gak kenal siapa Walikota Pangkal Pinang. Ongkos taksi dari Pangkal Pinang ke Tanjung Pesona dua ratus ribu ! Luaarang rek ..!
Sesampai di Tanjung Pesona yang masuk wilayah Sungai Liat, ternyata memang sangat menarik. Apalagi sepanjang pantai dihiasi bebatuan segede-gede rumah, pasirnya putih sedikit agak kasar. Batuan yang ada dipantai bak diukir oleh pemahat, tapi itu asli kata penduduk disitu. Masih kata penduduk disitu, memang tidak semuanya
asli, sebagian lagi merupakan batu-batu buangan dari tambang timah sewaktu menggali tambang. Karena kalau tidak dibuang kelaut maka lahan tambang jadi sempit dan kurang memberikan hasil maksimal. Akhirnya buang kelaut dan hasilnya malah jadi memperindah pantai sekaligus jadi pemecah ombak. Tak sengaja tapi berguna.
Nah saya pikir kapan pantai Panjang Bengkulu bisa kayak begini, itulah yang layak dipikirkan dan diperbuat.
Senin, 24 November 2008
Langganan:
Postingan (Atom)